谈书闹
2019-05-23 09:24:09
2017年6月4日下午2点05分发布
更新时间:2017年6月4日下午8:49

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menemukan keterlibatan warga negara印度尼西亚dengan ISIS di Filipina。 Kedekatan lokasi antara dua negara membuat hal ini tidak terlalu mengejutkan。

“Ada 1200 pejuang ISIS di Filipina,sekitar 40 orang dari Indonesia。 Ini adalah informasi yang akan saya beritahukan pada rekan-rekan di ASEAN,“kata dia di Singapura pada Ahad,2017 Juni。

Kepala Lembaga Ketahanan Nasional Agus Widjojo mengatakan perkiraan angka tersebut sangat beralasan。

“印度尼西亚dekat dengan Mindanao,”kata dia。 Kondisi di daerah selatan Filipina yang sarat dengan kegiatan terorisme ISIS tersebut mendorong pejuang dari Indonesia untuk bergabung。

Ia menambahkan kalau proses masuknya WNI ke simpatisan ISIS di Filipina tak terjadi dalam 1-2 hari saja。 Pada tahun 2016,ISIS pernah memproduksi video berdurasi 20 menit yang mengimbau pejuang dari Asia Tenggara untuk bergabung dengan mereka di Suriah,atau di Filipina。

视频tersebut menampilkan sekumpulan pria berpakaian militer dan membawa senjata serta bendera ISIS yang tengah adu tembak。 Ditampilkan juga proses pemenggalan 3 orang pria Kaukasia dengan sedikit campuran Irak atau Suriah。

“Kalau kamu tidak bisa pergi ke Suriah,bergabunglah dan pergi ke Filipina,”kata seorang pejuang di video tersebut。

Hingga saat ini,Ryamizard mengatakan 2 orang WNI berhasil diidentifikasi dari militan yang tewas dalam konflik dengan militer Filipina di Marawi。 Informasi tersebut didapatkan dari paspor,termasuk alamat mereka di Indonesia。 Pemerintah akan menginvestigasi lebih dalam terkait jaringan ini。

Meski demikian,Sekretaris Kementerian Pertahanan Filipina Ricardo David mengaku terkejut dengan jumlah yang disebutkan Ryamizard。 Ia membenarkan ada 40 pejuang asing yang bergabung dengan kelompok Maute di Marawi,tetapi tidak seluruhnya berkewarganegaraan Indonesia。

“Kami akan berkoordinasi,informasi ini baru untuk saya,”kata dia kepada Natashya Gutierrez dari Rappler。

Mayoritas petarung asing memasuki Filipina lewat perairan Sulu,yang dekat dengan马来西亚dan印度尼西亚。 Atas fakta ini,ketiga negara sepakat untuk menjalankan patroli perairan untuk menghentikan para petarung-petarung baru yang hendak menyeberang ke daerah konflik。

Puncak aktivitas ISIS di daerah Asia Tenggara mencapai puncaknya pada 23 Mei lalu ketika kelompok Maute dan Abu Sayyaf bertempur dengan militer Filipina di Marawi。 Sebelumnya,militer tengah memburu pemimpin Abu Sayyaf Isnilon Hapilon yang diduga berada di kota tersebut。 -Rappler.com